Guruku Berinovasi
Sejak setahun yang lalu menjadi seorang guru yang berkeinginan untuk mencerdaskan anak bangsa bersama 3 orang siswa ferdi,listen dan ronal merancang sebuah bangunan kecil yang kemudian dijadikan sebagai greenhouse sederhana dengan maksud dijadikan sebagai tempat belajar bagi anak siswa pertanian. Greenhouse sederhana dibangun dengan menggunakan bahan bahan yang sederhana mungkin yang bahan bahannya terbuat dari bahan lokal . Bertempat di SMK Reformasi Plus. Dengan adanya green hause sederhana ini anak anak berinovasi dalam bidang pertaniannya dengan mengembangkan ilmu pertaniannya sampai dengan sekarang ini greenhause digunakan sebagai tempat pembelajaran didalamnya terdapat hidroponik bambu dengan jenis tanaman lombok. Anak smk memanfaatkan media ini menggunakan hidroponik dengan inovasi sederhana dan menghasilkan hasil yang luarbiasa. Gambar hidroponik
Berdasarkan prinsip merdeka belajar siswa diberikan keluasan untuk berinovasi tidak sepenuhnya bergantung pada guru dan berteori saja. Tetapi yang diharapkan dari siswa adalah bagaimana Siswa berinovasi dan memiliki sikap dan skill yang terus menjadi kebiasaan dengan anak yang rajin disiplin dan bertanggung jawab dengan tugas yang dilakukan. Siswa yang terlambat dan tidak mengerjakan tugas diberikan pembinaan mengatur dan menata greenhouse dan melakukan sanitasi pada lokasi tanaman mangga, kujawas, kacang hijau dan jagung. Sedangkan siswa yang hadir dalam kegiatan belajar diberikan pembinaan untuk sanitasi pada lokasi tanaman pisang. Suatu upaya untuk meminimalisir ketidak hadiran siswa dan keterlambatan siswa untuk kesekolah cara dan solusi terbaik yang bisa kami lakukan adalah mendata nama siswa yang terlamnat, bolos dan tanpa keterangan denga memberikan pembinaan dengan jenis kegiatan melakukan sanitasi disekitar lokasi sekolah dan juga diareal tanaman yang berada diloaksi sekolah. Gambar siswa yang terlambat menerima pembinaan yaitu.
Bapak ibu guru piket mendampingi siswa sampai siswa selesai menyelesaikan tugas yang diberikan. Sedangkan siswa siswi yang tepat waktu hadir disekolah diarahkan masuk ke dalam kelas untuk melanjutkan pelajarannya. Siswa yang sudah menyelesaikan tugasnya langsung masuk kedalam kelas untuk melanjutkan pembelajaran pada jam pelajaran pertama. Pembinaan ini mulai dilakukan dari tanggal 6 januari sampai dengan sekarang. Pembinaan dan informasi untuk anak agar meminimalisir keterlambatan dan tanpa keterangan dan pada akhirnya siswa sudah mampu mendisiplinkan waktu dalam berbagai kegiatan bukan saja kesekolah tetapi ketika siswa ada dilingkungan keluarga dan juga dilingkungan masyarakat. Tulisan singkat. By Yus Masae.
Komentar
Posting Komentar